Kiat Sukses ala Chairul Tanjung

Minggu, 11 April 2010

Chairul Tanjung berbagi rahasia suksesnya menjadi pengusaha. Menurut pria yang masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes tersebut, modal utama untuk menjadi seorang pengusaha bukanlah modal yang besar.


Namun yang terpenting, seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah.

"Tanpa kerja keras ini semua omong kosong. Modal utama pengusaha adalah jangan cengeng, jangan mudah menyerah," kata Chairul saat ditemui dalam Pesta Wirausaha 2010 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Minggu (11/4/2010).

Apa yang disampaikannya bukanlah omong kosong belaka. Namun lebih berdasarkan pada pengalamannya sebagai seorang pengusaha sukses. Ia mengaku saat memulai membangun kerajaan bisnisnya, ia sudah terbiasa bekerja lebih dari 18 jam per hari. Menurut Chairul, itu dilakukan untuk mewujudkan impiannya, yang sering dianggap terlalu.

"Anda semua akan dapat berdiri di sini menggantikan saya apabila bekerja keras. Dan dibutuhkan kemampuan entrepenuer dan manajerial yang baik. Tidak lagi semata-mata modal," ungkapnya di hadapan para wirausaha yang bernaung dalam wadah Tangan Diatas (TDA).

Selain kerja keras, hal lain yang harus diingat adalah kerja ikhlas. Setelah itu, imbuh dia, baru menyerahkan segala hasil kerja keras yang dilakukannya kepada Tuhan.

Tips lainnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses di tanah air yaitu harus mampu menciptakan bisnis yang tidak biasa (unusual). Dirinya mencontohkan bagaimana seorang pengusaha air mineral, AQUA, menciptakan peluang yang tidak dipikirkan orang kebanyakan sebelumnya. Dan akhirnya AQUA diikuti oleh banyak pengusaha lain untuk terjun di bisnis air kemasan.

"Kita juga ingat bagaimana Bill Gate menjadi pendiri Microsoft, dan menciptakan sistem komputer pertama yang dapat digunakan dengan mudah. Bill Gate juga tercatat sebagai yang paling sering masuk dalam orang terkaya di dunia. Sekarang siapa yang bisa menyaingi Microsoft. Begitu juga dengan AQUA. Tidak ada," paparnya.

Seperti diketahui, pada awal bulan lalu pemilik Para Group ini masuk ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah forbes, dia menempati posisi 937 dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 1 Miliar. Tahun lalu, pengusaha kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia.

Selama ini, bidang bisnis yang pernah digeluti olehnya adalah bidang keuangan, properti, dan multimedia. Bahkan Chairul Tanjung pernah dinobatkan sebagai seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia oleh Majalah Warta Ekonomi.

Chairul bukan tergolong pengusaha "dadakan" yang sukses berkat kelihaian membangun kedekatan dengan penguasa. Mengawali kiprah bisnis selagi kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, sepuluh tahun kemudian ia telah memiliki sebuauh kelompok usaha yang disebut Para Group yang membawahi dua stasiun televisi yaitu Trans TV dan Trans7. Selain itu Chairul juga membidangi usaha sektor keuangan melalui PT Bank Mega Tbk.

Kelompok usaha ini dibangun berawal dari modal yang diperoleh dari Bank Exim sebesar Rp 150 juta. Bersama tiga rekannya yang lain, ia mendirikan pabrik sepatu anak-anak yang semua produknya diekspor.
Read more...

Arena liburan keluarga hadir di Medan

Senin, 05 April 2010

Ramainya fasilitas permainan serta liburan keluarga di Medan, yang terkadang mengharuskan para keluarga untuk pergi ke luar kota hanya untuk berlibur, jelas sangat tidak efisien di zaman sekarang ini. Salah satu alternatif yang ditawarkan perumahan Citra Garden adalah klub keluarga, dimana terdapat wahana bermain anak serta keluarga yang nyaman di Medan.


Estate and promotion Citra Garden Medan, Thezar Ariefiansyah, tadi siang, mengatakan, sejak awal pembangunannya di tahun 2007, sudah mulai ramai dikunjungi serta mendapat respon baik dari masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung pengunjung yang memadati area seluas 28,5 hektar ini menjapai 1000 pengunjung jika sedang weekend (Sabtu-Minggu) serta hari libur nasional.

"Ini awal konsepnya adalah water park, untuk fasilitas penghuni. Jadi disini tersedia water park, kolam renang, aerobik dan fitnes, dan lapangan tenis semi olimpik," katanya.

Tingginya minat masyarakat untuk menikmati liburan di dalam kota, katanya, ternyata membuat pihak pengelola memberlakukan sistem terbuka untuk umum bagi fasilitas di Klub Keluarga ini.

"Awalnya untuk fasilitas penghuni, tapi sekarang untuk umum juga boleh, kami menyediakan member untuk tiga bulan, enam bulan, dan satu tahun, untuh sekali main saja pun ada, dan dikenakan biaya 30 ribu untu berenang bagi umu dan 25 ribu bagi penghuni, sedangkan untuk tenis 30 ribu per jam, dan 25 ribu untuk penghuni" tambahnya.

Ditambahkan, pihaknya selalu menjaga kebersihan keamanan dan keselamatan, apalagi untuk permainan anak anak, biasaya kami pantau terus.

Dalam area seluas 28,5 hektar ini, banyak terdapat hiburan-hiburan yang cozi serta unik setiap hari sabtu malam, para pengunjung dihibur dngan cafe yang disertai alunan lagu acoustik.Klub keluarga yang mulai buka pada pukul 7 pagi hingga 10 malam (selasa-minggu) ini menghadirkan band-band lokal yang tampil setiap weekendnya secara gratis untuk dinikmati.

"Konsepnya juga keren, di swiming pool ada cafe life music di kolam renang, bisa dibandingkan sendiri lah, garatis," ujarnya.

Rencananya acara Old and New-pun akan diselenggarakan dengan meriah di area ini. dan pada tanggal 10 January 2010 mendatang, Citra Garden akan mendatangkan artis Titi Dj, dalam lounching perumahan tipe terbarunya.
Read more...

MEDAN DALAM KREASI KAOS

Jumat, 02 April 2010

Medan memang banyak memberi inspirasi bagi para kreator. Sebagai salahsatu kota sejarah, Medan nyaris tidak luput dari bidikan para seniman kawakan yang kerap ditumpahkan dalam bentuk lukisan, fotografi, film, dan lain-lain. Tapi tak sedikit juga yang mewujudkannya dalam kaos. Salahsatunya Didik Hartadi.


Didik sebenarnya seorang pelancong. Dia sering bolak-balik Jawa-Medan. Sebagai pegiat travel, Didik tentu tidak ingin melupakan daerah yang pernah ia singgahi. Selain jepreten foto, ia sering membeli sesuatu yang khas dari tempat itu sebagai kenang-kenangan. Tapi di Medan, sepertinya tidak ada yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas selain makanan yang usianya cukup terbatas.

“Kalau dari Bali, ada kaos sebagai cenderamata. Setiap pulang dari Medan, kami hanya membawa makanan, yang cepat habis dan tidak bisa tahan lama,” ceritanya.

Didik merasa di Kota Medan banyak yang unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Dia sering mengambil gambar beca dayung, tukang pangkas di bawah pohon, ompung (sebutan kakes di tanah Batak), Danau Toba, dan sebagainya.

Lalu Didik berpikir untuk menjadikan keunikan ini sebagai lahan bisnis. Dia yakin kalau keunikan Kota Medan jika dipadukan ke dalam seni akan memberikan nilai komersil.

Lama-lama, ia berpikir tentang media yang cocok. Dia memilih kaos sebagai media yang efektif. melalui kaos, ia merasa ada dua keungulan sekaligus, baik dari sisi promosi pariwisata ataupun dari sisi keunikan.

“Kami sengaja memilih kaos sebagai media untuk tingkat keefektifan. Selain bisa dibaca orang, identik dengan anak muda, dan satu hal lagi supaya anak muda cinta dengan Sumatera Utara khususnya Medan,” kenang lelaki 43 tahun ini.

Setelah merasa kaos cocok sebagai media promosi, akhirnya dia membuka usaha bermerk Medan Coy. Bisnis ini ia mulai tahun 2008 lalu.

Tak hanya sebagai media yang efektif, Didik sendiri memang sudah punya keahlian dalam sablon-menyablon. Makanya kalau bicara soal kualitas desain dan kaos, Medan Coy tak kalah dengan Dagadu ataupun yang sudah terkenal lainnya. Karena Medan coy sendiri memakai bahan yang langsung diambilnya dari Yogyakarta.

Untuk itulah masyarakat sangat antusias dengan baju buatan Medan Coy. Hal ini bisa dibuktikan dengan tingkat penjualan saat pameran di Medan Fair yang diadakan selama 6 hari, dimana 300 potong kaos ludes terjual. Saat ini omzet per bulan Didik mencapai Rp15 juta per bulan.

Untuk saat ini, Medan Coy memproduksi sekitar 100 kaos per hari. Untuk menjaga pelanggan agar tetap terpikat, Medan Coy menjaga kualitas kaos, kreatif dalam design dan selalu memamerkan karya seni terbaru.

“Biasanya kami meluncurkan desain terbaru dua kali dalam sebulan. Ada banyak desain yang akan dimodifikasi. Pokoknya jangan sampai kehilangan imajinasi,” tambahnya.

Harga yang dipatok cukup terjangkau buat anak muda. Seperti kain katun full Rp60 ribu dan katun combat Rp70 ribu. Hal lain yang menarik dari Medan Coy, kita bisa pesan dengan memilih bahan sendiri dan desain sesuai selera, dengan catatan pemesanan minimal tiga lusin.

More
Read more...

 
 
 

Pengusaha

Medan

Wisata

Terkaya

 
Copyright © Pengusaha Medan